jump to navigation

Minggu 38 November 26, 2007

Posted by abdulghofur in Family.
trackback

9-minggu-yayank-kecil.jpgMelihat foto disamping ini mengingatkan ketika kita periksa ke dokter pada minggu ke 9 usia kehamilan istriku, kami ngantri untuk bertemu dokter sampai larut malam. Yah, pasien yang datang malam itu begitu banyak, sehingga antrian baru susut sekitar tengah malam. Mungkin ini yang disebut suami siaga, siap antar jaga. Tapi apa benar ya.., aku ini termasuk suami siaga? karena pada trimester ke 3 usia kehamilan istriku, aku tidak bisa mendampinginya. Hal ini dikarenakan kami memutuskan bayi kami lahir di Jawa dengan berbagai pertimbangan. Semoga keputusan kami ini tepat, dan selalu lebih baik meskipun rasanya tidak sreg meninggalkan istri sekian lama pada masa kehamilannya, dan tentunya pada pasca melahirkan nanti .

Minggu ini usia yayank kecilku masuk minggu ke 38 dalam kandungan, alhamdulillah sejauh ini istri dan bayiku sehat. Oya, minggu terakhir periksa, dari hasil USG dokter mengatakan bahwa bayi kami posisinya melintang, dan plasenta berada di bawah, saat ini dokter menyarankan agar proses kelahirannya nanti dengan operasi caesar. Berhubung sudah masuk minggu ke 38, berarti tidak jauh lagi dan kamipun selalu berdo’a untuk kelancaran proses kelahiran anak pertama kami. Melahirkan normal mungkin menjadi idaman setiap ibu hamil, termasuk juga dengan istriku yang dari awal kehamilannya selalu berharap bisa melahirkan normal. Tapi dengan pertimbangan dokter, yang kami sendiri awam akan hal tersebut, kami akhirnya hanya bisa berdo’a untuk kelancaran kelahiran anak kami nanti.

Dari beberapa kali periksa, anak kami diperkirakan perempuan, dan HPL nya ada yang menyebutkan tanggal 3, 10, 13 Desembar 2007. Dalam pengertianku yang awam ini, mungkin HPL ditujukan jika lahir normal, jika harus dengan operasi caesar maka bisa menentukan harinya, kecuali dalam keadaan yang mengharuskan segera dilakukan caesar.

Berhubung tempat kerja yang jauh dari kampung halaman, dan aku ingin selalu mendampingi istriku, terutama di masa akhir kehamilan dan proses melahirkan nanti, akupun sudah mengajukan cuti minggu depan. Semoga bisa pas dengan perhitungan semula, sehingga aku bisa mendampingi istriku pra, saat, dan pasca melahirkan nanti.

Mungkin sudah wajar ada perasaan harap-harap cemas dalam diriku menunggu kelahiran si buah hati, tapi yang paling penting mestinya adalah berusaha sebaik mungkin dan tetap berdo’a untuk kelancaran proses kelahiran dan kesehatan istri dan bayiku. Semoga Allah senantiasa melindungi kita. Amin.

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: