jump to navigation

harta karun itu bernama batubara February 6, 2008

Posted by abdulghofur in Geologi.
trackback

Harta karun ibarat harta yang tak bertuan, harta yang ditinggalkan si-empunya dan boleh dimiliki siapa saja asalkan bisa menemukannya. Dalam cerita-cerita kuno, harta karun kerap menjadi jargon ide ceritanya sampai-sampai sangat membekas dibenak pembacanya seolah-oleh harta karun yang diceritakan adalah benar adanya. Mungkin dalam benak kita yang sudah terdoktrin oleh cerita-cerita kuno itu harta karun adalah berupa perhiasan yang mahal harganya, atau sumber kekayaan lain yang merupakan peninggalan para raja dan orang-orang kaya jaman dulu. Berburu harta karun, biasanya dengan pengorbanan jiwa raga… menempuh perjalanan panjang dan penuh tantangan.

plot.gif

Ah… paragraf diatas itu cuma intro saja, karena saya mau bercerita tentang perburuan batubara… yang mungkin juga harta karun peninggalan nenek moyang kita yang mempunyai tanah air yang begitu kaya akan sumberdaya alam. Saya sebut peninggalan nenek moyang kita karena nenek moyang kita tidak mengambilnya dan mereka biarkan kita untuk mengambilnya… Peninggalan nenek moyang yang merupakan sebuah anugerah dari Sang Maha Pencipta. Di bumi Kalimantan, terutama bagian timur yang memanjang dari utara keselatan adalah tempat harta karun peninggalan nenek moyang kita. Harta karun itu bernama batubara.

Perburuan harta karun ini (baca: batubara), sudah dimulai sejak jaman kumpeni masih bercokol di negara kita. Semua-semua yang berbau sumberdaya alam mereka buru, selayaknya sebuah negara dalam game “Age Of Empire”, yang ingin menguasai seluruh kekayaan yang ada dalam petanya. Terlepas siapapun yang memulai, perburuan ini biasanya dilakukan oleh para ahli geologi dengan tahap-tahap yang mereka yakini akan bisa mengarahkan mereka untuk memutuskan di daerah mana perburuan akan dilakukan, kemudian di daerah mana perburuan dilanjutkan dengan penggalian harta karun itu.

Roconnaisance

Semula para ahli geologi tidak mau mengeluarkan banyak biaya untuk sekedar tau pintas keberadaan batubara, untuk mencari batubara mereka harus menterjemahkan peta yang begitu luas, dan dalam penerjemahan awal mereka memilih berjalan kaki menyusuri sungai dalam hutan belantara, mereka mencatat semua aspek geologi yang mereka temui dan tentu saja mata dan telinga mereka terpasang jeli untuk sebuah intan hitam yang bernama batubara. Modal mereka untuk melihat pintas ini adalah palu, kompas, tali, peta, gps (bila ada), pita, dan dibantu beberapa orang sebagai pemandu atau pembantu pembawa sampel yang akan mereka teliti lebih lanjut di Australia sana…πŸ™‚

kontur.gif

Eksplorasi Awal

Setelah melihat sepintas, mereka akan mulai menciutkan peta, tanda-tanda keberdaan harta karun mulai terbaca dan para ahli geologi itupun mulai merogoh koceknya agak dalam untuk sebuah tahap yang mereka sebut eksplorasi awal. Mereka mulai mendatangkan rig untuk melakukan pengeboran, mengcek keberadaan batubara dibawah permukaan dan sesekali mengambil sampelnya untuk dianalisa kualitasnya. Pengeboran adalah investasi yang mahal, oleh karena itu para ahli geologi biasnya akan meminimlakan ongkos untuk mendapatkan data yang maksimal. Ada beberapa ahli geologi yang memilih pengeboran di depan batubara untuk sekedar tau ketebalannya, kemudian dikejar kemenerusannya dengan melakukan pengeboran menjauh lateral dan vertikal dari arah yang mereka yakini (jurus dan kemiringan) secara berinterval jika pada pengeboran pertama menemukan lapisan batubara yang tebal. Ada pula ahli geologi melakukan pengeboran dengan sistem grid karena mereka yakin bahwa pengeboran mereka akan menembus lapisan batubara, dan tentunya dalam tahap eksplorasi awal ini grid berspasi besar, mungkin 1 – 2 km spasinya. Pada tahap ini mereka, para ahli geologi, akan terus menterjemahkan peta harta karun yang mereka miliki, penciutan daerah konsentrasi juga dilakukan. Tingkat keyakinan pada tahap ini bisa menentukan apakah perburuan harta karun akan dilanjutkan ataukah ditinggalkan.

drill.jpg log-bor.gif

Eksplorasi Detail

Jika mereka memutuskan untuk meneruskan perburuan, mereka akan mendatangkan lebih banyak peralatan dan personel. Pengeboran dan penelitian geologi detail dilakukan. Mereka lebih merapatkan interval pengeboran mereka dengan berbagai alasan untuk memenuhi tuntutan data, mereka berdalih tidak mau ada kesalahan pada peta harta karun mereka. Tentu saja pada tahap ini investasi besar sudah berjalan dan tentu besar pula keyakinan untuk bisa mengembalikan dana investasi yang sudah dikeluarkan. Titik terang jalan menuju harta karun biasanya sudah terbuka, dan para ahli geologi itu akan mulai menghitung berapa jumlah harta karun yang ada di daerah mereka. Mereka akan menggambarkan lokasi-lokasi harta karun beserta jumlahnya. Pesta untuk sekedar mensyukuri harta karun yang baru saja mereka temukan tak jarang dilakukan bagi para pemburu harta karun ini.

bor.gif

2d.jpg

Penggalian Harta Karun

Kemudian mereka para pemburu harta karun itu akan menjual peta mereka kepada para penambang untuk menggali harta karun mereka. Dan para investor tambangpun bersorak karena mendapat peta harta karun dengan harga yang relatif murah bila dibandingkan dengan harta karun yang akan mereka gali. Para pemburu harta karun sendiri (para ahli geologi), biasanya akan melanjutkan perjalanan untuk membuka tabir rahasia segepok peta harta karun yang mereka punyai. “Kami mencari anda menambang” begitu kira-kira slogan yang bernada rendah hati dari mereka, si pemburu harta karun.

topo.giftruck.jpg

Comments»

1. annelis - February 28, 2008

wah..jadi mas gofur kayaknya pemburu harta karun nih,πŸ™‚,
btw, foto2 dandonya kayaknya kurang banyak Maz, misalnya foto pak budy gitu, hehehe…

2. defi - April 1, 2008

jadi inget kemarin pernah kerja ditambang.sayang ga sempet dapet kenalan dari KPC ya…he!!!

3. Obi - April 24, 2008

Oh ya Fur, ini almt email Carubi
robijunaedi@yahoo.co.id
Kalau sempat balas ya.

4. rd-qyut - May 27, 2008

Berdasarkan SNI, untuk mendapatkan sumberdaya terukur sebagai hasil dari eksplorasi awal, spasi bor yang 500m – 1000m dengan kondisi geologi: sederhana

5. rd-qyut - May 27, 2008

ralat: maksud saya sumberdaya tertunjuk sebagai hasil dari eksplorasi awal

6. benevolence - June 3, 2008

Benevolence says : I absolutely agree with this !

7. hermin - December 14, 2008

moleh gabunng ngak mas…biar nambah iformasi

8. Reynald - December 29, 2008

Malam mas.
Oh iya perkenalkan nama saya Reynald, perusahaan saya pada saat ini tengah melakukan survey dan pemboran atas lahan yang sudah kami plot didaerah Kutai Kartanegara. Untuk itu apakah mas bisa menginformasikan kepada kami tentang :
1. Teknik Survey yang baik
2. Bagaimana membaca deep dan straight
3. Dan Teknik pengeboran diara yang sama sekali tidak memiliki singkapan (outcrop).
Hal tersbut saya pertanyakan karena saat ini kami belum menggunakan tenaga geologist profesional.
Thx sebelumnya ya mas.

Salam.
Thx sebelumnya ya mas

9. dianwida - January 1, 2009

pro ms hermin –> ayo silahkan gabung mas.. Biar lengkap informasinya.

Pro mas reynald —
1. Survey awal sebaiknya untuk mengetahui keadaan geologi daerah tersebut, memang seyogyanya mengikutkan tenaga ahli geologi, jika dari survey ini bisa merekonstruksi kondisi umum geologinya maka akan sangat membantu kelanjutan tahap pekerjaan.
2. Strike dan dip, bisa diamati langsung di lapangan, ahli geologi biasanya menggunakan kompas yang dilengkapi dengan bacaan azzimuth (utk strike) dan kllinometer (dip). Strike dip bisa juga direkonstruksi dengan data pemboran menggunakan metoda 3 titik, hal ini memerlukan evaluasi yang cermat.
3. Jika sama sekali tdk ada data singkapan, pemboran sebaiknya dilakukan untuk eksplorasi regional, spasi besar, misal 1 km, semakin dalam pemboran akan lebih bagus dalam kasus ini, misal 300m, ini sekaligus juga untuk mengecek keberadaan batubara.
Semoga bisa membantu ya mas..

muchammad tunggul buono - January 13, 2010

buat dianwida
bagaimana sih cara mencari strike dip dengan metode 3 titik bor???
saya bingung cara dapatinnya….makasih

10. Mikken - February 7, 2009

Halo Mas Gofur,
nanya dong. Untuk mengetahui data singkapan, minimal dibor dalam ruang lingkup berapa km persegi? Dan biaya per meternya pada umumnya berkisar di berapa mas?
Thanks

11. dianwida - February 10, 2009

Hallo Mikken,
data singkapan biasanya diperoleh dari surface mapping, tanpa ada pemboran, lebih simple dan murah. Biaya pemboran sendiri bervariasi, antara openhole maupun coring, jenis rig yang digunakan, interval kedalaman jg mempengaruhi harga meter pamboran.
Misal pada interval 0 – 100 meter,
dengan rig jekro: OH berkisar 150rb/meter, coring berkisar 600rb/meter.
Dengan rig besar, dengan kemampuan lebih dr 300m, harga OH sekitar 21 USD, untuk coring biasanya 4 kali lipat harga OH-nya.

12. Mikken - February 11, 2009

Mas, bedanya pengeboran open hole dan coring apa ya?

13. dianwida - February 12, 2009

openhole (OH):
pengeboran terbuka, tanpa pengambilan sampel inti batuan. Lubang dibuat begitu saja untuk direkam data batuannya dengan geophisical logging. Lebih bertujuan untuk geological correlation.

Coring:
Pengeboran inti, pada pengeboran ini lubang dibuat selain untuk merekam data batuannya jg untuk mengambil sampel batuan dibawah permukaan untuk analisa lebih lanjut. Biasanya pada interval batubara untuk analisa kualitas, atau semua interval untuk analisa geoteknik.

ade - June 4, 2010

kakak aku ada tugas mengenai pemboran…! dosen saya ngasih deskripsi kesaya bahwa saya seorang Mud enginner…dan saya dminta untuk melakukan explorasi details.saya dikasih peta topo, geologi suatu KP dan saya diminta buat nentuin titik pengeboran dari peta tersebut dipeta tersebut dilengkapi dengan posisi singkapannya kak.saya mau tanya ne kak gmn cara saya agar bisa tentuinnya….dan bor apa yang pantas digunakan untuk kedalaman pemboran 50-100 m per titik,trus mata bor yang pantas digunakan apa kak..serta alasanya?

14. warga hoho - August 23, 2009

dirumah aq ada gak harta karun nya???

15. faris_irawan - October 19, 2009

Salam Kenal
sy mahasiswa S2 Penginderaan Jauh UGM. sekarang lagi nyusun tesis. tp kesulitan dalam hal buku dan referensi. sbg informasi judul tesis sy : Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk interpretasi dan estimasi potensi batubara. lokasi di KalTeng.
yang ingin saya tanyakan..
1. korelasi antara kesuburan vegetasi dengan endapan batubara di bawahnya.(untuk identifikasi di daerah flat)
2. sampai sejauh mana peran penginderaan jauh yang anda tau untuk identifikasi bb(tahap ekplorasi/awal)
terimakasih.
wassalam…

dianwida - October 23, 2009

mas faris,
bagus sekali topik tesis-nya, tapi sejauh ini penginderaan jauh belum begitu populer dalam pengidentifikasian potensi batubara. penginderaan jauh biasanya digunakan sebagai panduan interpretasi awal struktur geologi area yang dimaksud saja. Untuk kesuburan vegetasi… saya kurang memperhatikan juga masalah itu. hehe… maklum amatiran.
semoga penelitiannya lancar dan hailnya bisa kita aplikasikan…

faris_irawan - October 24, 2009

terimakasih tanggapannya mas..
memang inti dari ide awal saya bukan untuk menggantikan survey convensional ke PJ, tp paling tidak
PJ digunakan untuk mempersempit survey…karena lokasi survey belum tentu mudah diakses. seperti di lokasi sy di kalteng. sebelumnya sudah pernah sy lakukan penelitian(skripsi)…tetatpi dengan akurasi data yang relatif kecil. dengan pendekatan geomorfo..ktelitian mencapai 80%.
mohon kesediaannya jika sy membutuhkan penyegaran ide dan sharing sm mas…
trims

16. dianwida - October 25, 2009

mas faris,
menarik sekali misal kita bisa berdiskusi, tentunya saya yang akan tersegarkan dengan ide-ide baru dari kampus.

17. faris_irawan - November 2, 2009

mas..menurut anda bagaimana perbedaan tutupan lahan lokasi yang terendapkan batubara dengan tidak.
(berdasarkan pengalaman saja )
pendekatan untuk lokasi yang berbukit dan bergunung sy menggunakan DSM SRTM untuk identifikasi BB. tp untuk daerah FLAT..sy harus mengamati karakteristik dari tutupan lahan yang nampak melalui citra satelit aster/landsat.
itu yang sy belum menemukan referensi yang jelas…
trims

dianwida - November 3, 2009

dari pengamatan saya turun ke lapangan, kebetulan medan berbukit, area tutupan dengan kemungkinan endapan batubara dangkal akan bervegetasi tanaman kecil (semak, atau bahkan rerumputan saja) dengan sedikit tumbuhan besar. sementara lahan dengan endapan batubara jauh dibawahnya akan ditumbuhi pepohonan besar. untuk area flat, sangat susah untuk dibedakan.
penggunaan shuttle radar sangat membantu untuk interpretasi geomorfologi, juga struktur geologinya, namun kurang membantu untuk mengidentifikasi keberadaan batubara itu sendiri. saat ini, saya juga sedang mengerjakan project dengan dibantu data shuttle radar, tapi penggunaannya sebatas untuk menggantikan survey topografi terrestrial (karena tahapan belum sampai) yang harganya jauh lebih mahal.
selebihnya, saya kurang berpengalaman dengan teknik penginderaan jauh.

18. ricky sirait - January 5, 2011

selamat sore mas dian…
maaf sebelum nya sudah mngganggu.
saya mau tanya :
1. apa beda nya rig jecro dgn power rig dalam segi mengetahui letak keberadaan batubara ny…!?
2. bagaimana cara membuat peta topografi yg baik..?
3. diwaktu survey : kebanyakan org geology ny kesulitan mncari singkapan dlapangan, tapi mreka sdh ad acuan data dari KP sebelah nya.disamping it juga para geologi nya dbantu sm warga setempat buat mencari,tp hasil nya jg tetap nihil.jd gmn cara yg cepat mngetahui singkapan tsb???smua letak kondisi lokasi sdh dsurvey semua,tapi tetap nihil.
4. ada yg blg mngetahui dip&strike itu diibaratkan spt faedah tangan kiri,saya tny : klu telunjuk itu arah dip atau strike??
5. bagaimana cara mnghitung cadangan batubara…??

terima kasih banyak mas dian sblm ny..

19. ricky sirait - January 5, 2011

mas tlg di reply ya…

trima kasi mas.

20. kamilato - April 12, 2011

ancene gede iki truck! tuku nang gembong (surabaya) onok gak yo? arep tuku kiloan je!

21. arga - June 22, 2012

jacro itu mesin standar untuk pengeboran sekelas sni indonesia dengan kedalaman yang sesuai dengan kemampuan mesinya..contohnya mesin jacr0-175 dengan mesin asli dari italy mampu mencapai kedalaman lebih dari 100m..untuk batuan yang relatif lunak..akan tetapi akan sangat efektif digunakan dengan kedalaman <dari 80 m…power rig akan sangat berbeda..karena tenaga manusia yang di sumberdayakan akan lebih banyak…tapi kedalaman efektif hanya mencapai 30 m saja…keuntunganya adalah…power rig dapat mencapai jumlah titik yang lebih banyak dikarenakan moving mesin nya..tidak begitu banyak mengeluarkan tenaga seperti jacro…terima kasih…pkanugrahan@gmail.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: