jump to navigation

Logging… makanan apa ini? July 10, 2009

Posted by abdulghofur in Geologi.
trackback

Pa kabar prends… Lama juga nih gak login kesini… ah, ini pasti karena pengaruh facebook…  Daripada bengong kehabisan kerjaan, kita sharing-sharing informasi ya… nah, kali ini saya mau cerita sedikit tentang logging… jangan dikira ini sejenis makanan seperti dalam judul tulisan ya… he he… logging yang jadi topik kita ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan teknologi mineral. Log yang berarti rekaman, sudah menjadi kosakata umum, misal saja log book, log in, illegal log… haaalah… opo meneh iku, bedo arti juga…, ada kaitannya atau tidak dengan kosakata khusus dalam bidang teknologi mineral ini saya gak tau pasti, tapi lets see ya…

Secara artian orang awam disini logging adalah rekaman data dalam lubang, lebih keren lagi bisa diartikan perekaman sifat fisik batuan. Dalam kegiatan eksplorasi mineral skala besar, baik itu untuk tujuan pertambangan, perminyakan atau inventarisasi oleh yang berwenang yang melibatkan kegiatan pengeboran, logging mestinya tidak ketinggalan karena inilah yang menjadi satu-satunya data yang bisa dipercaya saat ini, mungkin mewakili “Ontorejo” jaman pewayangan dulu… nah loh… lebih pecaya mana kita dalam hal data dalam bumi, kepada Ontorejo apa kepada Werkudoro…?

Seiring dengan kemajuan jaman, perkembangan teknologi per-logging-an ini juga sangat pesat, yang dulu pada awal-awalnya dikenal logging dengan merekam radioaktivitas dan elektrivitas, sekarang orang sudah menggunakan sonic, optic bahkan nuklir sebagai media perekaman sifat fisik batuan dalam sumur.

Proses

Logging sewajarnya dilakukan dengan cara memasukkan alat log ke dalam sumur segera setelah lubang selesai dibor. Tidak selamanya akan lancar proses logging dengan cara ini, dan karena hitung-hitungan dengan masalah bahaya dan biaya yang akan timbul, selain juga memperhatikan pentingnya data yang akan diperoleh bisa semaksimal mungkin (kualitas data log yang bagus dan mencapai maksimum kedalaman lubang), maka berbagai variasi proses logging kini juga semakin berkembang.

Biasanya hal-hal yang menjadi perhatian bisa menghambat proses logging adalah:

– dinding lubang runtuh sehingga alat logging tidak bisa melewatinya, atau alat terjebak di dalam lubang bila sudah terlanjur masuk,

 – lubang miring atau horizontal yang menyebabkan alat logging sandar ke dinding karena gravitasi,

– dinding lubang yang jelek yang mengakibatkan susah masuk atau keluarnya alat,

Dari sinilah maka muncul ide untuk melakukan logging dengan cara:

– logging di dalam casing, casing disini berfungsi untuk menahan dinding sumur supaya tidak runtuh,

– logging pada saat pengeboran berlangsung, logging while drilling,

– hanya interval yang menarik secara ekonomis saja yang di logging, ini untuk mempersingkat waktu alat berada di dalam lubang.

Biasanya ini semua dilakukan dengan berbagai pertimbangan, terutama didasarkan pada pengalaman untuk daerah tertentu, selain juga “man behind the gun”-nya.

Macam

Ceritanya disambung kapan-kapan lagi ya… tu bi kontinyu…

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: